Perbedaan tanggal Idul Adha jangan sampai memicu konflik

Perbedaan tanggal Idul Adha jangan sampai memicu konflik. Kita sudah terbiasa dengan berbeda hari raya: Wapres - Berita Dunia Islam
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan sambutannya saat mengunjungi peternakan kelompok peternakan sapi Reyan Baru di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (30 Juni 2022). [Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia]

Berita Dunia Islam – Perbedaan tanggal Idul Adha jangan sampai memicu konflik.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap perbedaan tanggal Idul Adha yang diumumkan pemerintah dan ormas Muhammadiyah tidak memicu polemik dan konflik antar warga.

“Warga kita sekarang sudah cukup dewasa untuk menerima (perbedaan). Jika ada perbedaan, semua orang akan menerimanya, karena kita sekarang lebih menghargai nilai-nilai toleransi. Jadi tidak akan ada masalah,” kata Amin saat berkunjung. ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Sidang Isbat Kementerian Agama menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah jatuh pada Minggu (10 Juli).

Berbeda dengan pengumuman pemerintah, organisasi Islam Muhammadiyah, menurut penilaiannya, menyatakan Idul Fitri justru jatuh pada Sabtu (9 Juli).

“Kita sudah terbiasa dengan perbedaan. Memang harus kita akui bahwa terkadang perbedaan terjadi di masa lalu, ada konflik antar warga,” kata Wapres.

Ia mencontohkan, saat ini warga sudah lebih toleran terhadap perbedaan dan bisa bebas menentukan tanggal Idul Adha yang akan mereka ikuti.

“Semua orang tahu bahwa yang menganut Muhammadiyah akan mengikuti (keputusan Muhammadiyah), dan mereka yang berpegang pada pemerintah, akan mengikuti pemerintah. Tidak ada masalah dengan ini. Kami telah memupuk saling pengertian di antara semua pihak,” kata Amin.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan keputusan penetapan Hari Raya Idul Adha pada 10 Juli dilakukan karena bulan tidak terlihat pada pukul 86. titik pengamatan nasional yang ditentukan oleh kementerian, sehingga menandakan bahwa bulan Dzulhijjah baru akan jatuh pada hari Jumat (1 Juli).

Baca juga:  Bagaimana Islam mendominasi Indonesia?

Lebih lanjut, Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah kementerian Thomas Djamaluddin mengatakan, karena visibilitas bulan lebih rendah dari tiga derajat, dengan elongasi kurang dari 6,4 derajat, bulan Dzulhijjah baru tidak jatuh pada hari Kamis.

Kementerian Agama saat ini menganut kriteria MABIMS penetapan jarak pandang bulan minimal tiga derajat, dengan elongasi minimal 6,4 derajat untuk penentuan bulan Hijriah baru yang disepakati oleh menteri agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Berita Dunia Islam tentang: Perbedaan tanggal Idul Adha jangan sampai memicu konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.